Posts tagged Kepuasan bekerja
Menemukan “titik orgasme” dalam pekerjaan
2Ketidakpuasan sering muncul dalam lingkungan kerja. Saya menemukan itu seringkali berhubungan dengan aktualisasi diri dibandingkan dengan kurangnya kompensasi dari perusahaan. Memang harus diakui gaji, tunjangan dan fasilitas memegang peranan penting dalam kepuasan kerja. Tetapi tunggu dulu, lihat pekerjaan-pekerjaan lain yang memunculkan kepuasan pada diri pekerja, melukis, fotografi, menulis, designer, dll.
Selain kompensasi (Gaji, Tunjangan, dll) perlu dipahami cara mencapai kepuasan atau “titik orgasme” dalam pekerjaan.
Orgasme sendiri diartikan pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikiran difokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan.
Apa sih yang mendatangkan kepuasan bagi saya? Apa yang merupakan rangsangan bagi diri saya ketika bekerja? Apa respon saya terhadap rangsangan itu? Apakah saya puas atau mencapai titik orgasme ketika menyelesaikan tugas itu?
Sungguh indah menemukan kepuasan dalam bekerja yang tidak semata berlandaskan pada materi. Kenapa? Alasannya jelas, materi bagi manusia tidak akan pernah cukup. Kecenderungan manusia untuk melihat sekeliling yang lebih hebat, lebih kaya, lebih sukses dan lebih segalanya akan memunculkan suatu perasaan “kurang”. Hal ini sangat manusiawi, namun bahayanya, hal ini mampu memunculkan sikap tidak puas dan tekanan besar dalam diri manusia untuk selalu mencari kalau-kalau ada kesempatan menambah penghasilan, akibatnya dalam bekerja tidak akan ditemukan adanya suatu kepuasan atau titik orgasme tadi.
Berikut Tips menemukan “Titik Orgasme” dalam pekerjaan :
- Pakai passion dalam mengerjakan tugas apapun. Tidak memandang kecil besar, sulit atau mudah, pakailah passion atau gairah dalam menyelesaikan pekerjaan. Anggap pekerjaan sebagai rangsangan atau kesempatan meraih sesuatu kepuasan.
- Pakai prinsip prioritas, mengerjakan 20% hal-hal terutama akan memberi dampak 80% terhadap performance, jangan mengerjakan 80% hal-hal yang kurang prioritas yang hanya memberi dampak 20% dari performance.
- Berkomunikasi lancar dengan atasan, bawahan dan rekan kerja, tunjukkan passion anda dalam mengerjakan sesuatu.
- Catatlah atau ingat-ingat hal apa yang memberi anda kepuasan (di luar materi) kemudian ingat kapan anda pernah mendapatkan, dan jika bisa cari cara bagaimana mendapatkan hal-hal tersebut.
- Jika pada akhirnya anda akan keluar atau pindah dari tempat kerja, pastikan passion anda akan berlipat-lipat di tempat yang baru nanti.
Gajiku, Gajimu dan Gaji di Indonesia
0Gaji
Beberapa hari ini saya sering aktif di situs penyedia informasi layanan kerja. Memberi informasi buat teman-teman, sekaligus melihat perkembangan dunia usaha khususnya bagi pencari kerja. Saya memperhatikan beberapa kali perusahaan tidak mencantumkan gaji yang akan diberikan kepada pencari kerja, hal ini mungkin dikarenakan alasan internal. Saya kemudian teringat oleh survey gaji 2009 yang dilakukan oleh Kelly service (silahkan di donlot). Segera saya memperhatikan kepada bidang pekerjaan saya dan membandingkan dengan standar gaji di lingkungan kerja. Ternyata survey Kelly Service ini sudah lumayan akurat, kalaupun ada pembeda itu dalam hal working experience saja, maklum saya tidak begitu mengetahui gaji atasan dan rekan lain yang bekerja di atas 2 tahun. (more…)
