Kenapa harus “Say no to Krisdayanti?” | Konspirasikah?
Blow up pemberitaan mengenai kehidupan artis selalu tak pernah surut, pintarnya wartawan infotainment untuk mengangkat isu dan membawa publik Indonesia pada satu lingkaran pemberitaan baru yang seru, hot, membuat penasaran, dan membuat semua orang seperti saya ingin berkomentar.
Kali ini Krisdayanti, ya setelah bercerai dengan Anang kehidupan pribadi nya terus ‘diserang’ oleh publik (media massa). Bahkan setelah aksi ciuman KD – Raul pada hari Rabu 21 Juli yang lalu, kecaman kepada KD semakin meningkat. Group Facebook Say no to Krisdayanti anggotanya melewati angka 90.000 per hari Minggu 25 Juli ini. Luar biasa bukan efek Ciuman KD? Ciuman yang didaratkan di bibir, tentunya memiliki konotasi berbeda dengan ciuman yang didaratkan di kening ala Anang-Syahrini.

Artikel ini bukan untuk mengikuti berita selebritis yang sedang hot. Seperti kasus Ariel sebelumnya yang saya komentari, pada KD dan Raul ini saya coba mereview tentang kecaman-kecaman ataupun group Facebook Say No to Krisdayanti. Salah satu komentar dari pengunjung di wall yang mencoba mendinginkan komentar panas, malah dihujat oleh pengunjung lainnya.
Seorang Facebooker bernama Fendy Ahmad, malah dicerca habis-habisan ketika mencoba mengingatkan komentar-komentar panas di group tersebut. Ada baiknya memang, dengan kepala dingin mulai dilihat munculnya kecaman kepada KD dan Raul ini. Sebagian besar cercaan justru datang dari kaum hawa yang merasa bahwa ciuman tersebut merendahkan derajat kaum hawa.
Momen yang pas untuk “menghajar” KD habis-habisan, tetapi meminjam perkataan facebooker Fendy Ahmad
Aq ga pro siapa2..cuma sekedar mengingatkan bahwa saat ini ‘anda’ masuk dalam jebakan tuk jadi penghujat n pemaki orang yg sangat di murkai Allah….
Ada benarnya, sekali lagi dengan hati dan pikiran jernih melihat wall post dari Fendy Ahmad. Memberikan tontonan ciuman berbau pornoaksi memang suatu kesalahan, tetapi apakah harus dimaki-maki dengan kata-kata : pecun, bangsat, tante girang, kegatelan, pergi ke neraka, dll. Apakah harus memaki dengan kata-kata tersebut?
Tujuan dari makian para facebooker’s itu kira-kira adalah :
- Membuat KD menyesal atas perbuatannya.
- Menggalang opini atas kejadian ciuman KD-Raul
- Trend ikut-ikutan saja
- Kepingin numpang tenar (jangan-jangan saya juga termasuk kategori ini???)
Dengan hati dingin dan pikiran jernih coba dipikirkan apakah tujuan-tujuan tersebut bisa tercapai melalui makian-makian itu? Atau adakah cara lain yang lebih elegan dan lebih baik untuk mencapai tujuan itu? Ada juga komentar yang positif di facebook tersebut seperti wall post berikut :
Komentar di atas termasuk komentar yang sedikit kontra dengan komentar lainnya. Saya menyukai komentar-komentar di atas, terkesan elegan dan sadar dengan keadaan diri sendiri yang sebenarnya tidak lebih baik, lebih suci dan lebih bersih dari KD. Mengapa saya tidak lebih ssuci dan lebih bersih dari KD? Setiap hari saya masih memiliki pikiran jahat kepada orang lain, setiap hari masih ada nafsu dunia di kepala ini, setiap waktu sering terlintas pikiran porno di kepala, setiap saat dalam ucapan sering terlepas kata-kata yang tidak pantas, lalu apakah saya lebih baik dari KD??
Saya tahu yang dilakukan KD salah, saya pribadi juga menyatakan apa yang dilakukan KD tidak patut dilakukan oleh orang Indonesia karena tidak sesuai dengan norma agama atau adat timur , bahkan ekstrim nya saya membenci tindakan KD yang bisa memicu pikiran kotor bagi orang-orang yang melihat!!! Tetapi yang saya tentang, saya perangi, saya benci, adalah tindakan KD, bukan personal nya. Secara pribadi, KD adalah figur manusia biasa yang di mata Tuhan derajat nya sama. KD adalah manusia yang juga dikasihi Tuhan, dan tidak pantas saya mengecam pribadi nya. Sejauh yang bisa dilakukan adalah menyatakan perang atas setiap tindakan (sekali lagi ke tindakan, bukan ke personal) yang mengarah ke pornoaksi atau yang tidak pantas ditonton oleh publik.
yg dilakukan KD n Raul memang salah n g sesuai dengan adat timur qt……….
n minta maaf g kan buat mua na mereda n selesai…………..
pi qt jg g berhak menghakimin KD begitu…………..
dr pd benci n kesel liat kelakuan mereka mending liat kemesraan anang & syahrini ygenak di pandang mata………………….. —Ratu Centil—
udah hujatannya sodara sodara…marah seh marah…kesel seh kesel…..tp
ingat qta mungkin gk jauh lebih baek dr KD…memang yg dilakukan jelas
kekeliruan q se7….tp hujatan makian tidak menyelesaikan masalah malah
nambah dosa cuma amarah yg berkoar koar….INGAT —Hidup itu Indah—
Skema Konspirasi
Menyimak kejadian Ariel-Luna-Cut Tari yang berlanjut ke KD-Raul, saya memikirkan sebuah teori konspirasi. Teori ini seperti biasa hanya bisa disutradarai dan dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuatan (uang atau politik) dan sangat mungkin melibatkan tangan-tangan yang sudah ‘biasa’ melakukan konspirasi licik. Kemungkinan analisa ini sangat mentah, tetapi saya mencoba memikirkan jika benar kasus-kasus artis adalah konspirasi, maka apa tujuan konspirasi itu sendiri. Tujuan konspirasi salah satunya adalah menutupi isu-isu atau kejadian-kejadian saat ini, yang oleh pemberitaan konspirasi itu jadi tertutup.
Isu atau kejadian-kejadian yang tertutpi oleh Kasus artis itu menurut saya ada beberapa :
- Skandal Bank Century
- Kenaikan Tarif Dasar Listrik
- Kenaikan harga bahan pokok
- Rencana kenaikan BBM oleh pemerintah
Sekedar mengingatkan, kira-kira setahun lalu partai berkuasa saat ini meneriakkan janji-janji sebagai berikut :
- Hanya Pemerintahan SBY yang mampu membuat suatu perubahan dalam pengentasan kemiskinan dengan memberikan BLT, pengratisan biaya kesehatan, bantuan dalam bidang pendidikan (http://www.indowarta.com/index.php?view=article&catid=91:pemilu-legeslatif&id=824:kampanye-demokrat-diikuti-ribuan-massa&option=com_content&Itemid=287)
- Program Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM dan kredit bagi pengusaha kecil “SBY – Capres Demokrat – “(http://www.demokrat.or.id/detail/617/3/SBY.Bangga.dengan.Keberhasilan.Masyarakat.Minang)
Jadi, janji untuk orang yang memilih Presiden dengan dukungan 60% lebih ini belum berhasil diwujudkan. DPR sebagai representasi suara rakyat juga dilemahkan. Cara melemahkan? Gampang, seret saja kasus hukum anggota-anggota DPR dari partai yang bersuara vokal, toh Pemerintah punya daftar dan akses menekan seperti itu?
Jadi apakah konspirasi itu benar? Kurang mengerti, yang pasti saya tidak sabar menunggu 2014
Salam Romailprincipe


ow.. ternyata ini toh ciuman KD n Raul yg menghebohkan itu..
*baru liat saya*